Media Untuk Pembelajaran Anda

Media Referensi dan Pembelajaran yang disajikan secara menarik dan mempunyai keilmuan yang tidak di ragukan lagi keberadaanya - Junaidi Pandanwangi Soko - Tuban - Jawa Timur 085257958985.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Media Sarana Pembelajaran

Media Referensi dan Pembelajaran yang disajikan secara menarik dan mempunyai keilmuan yang tidak di ragukan lagi keberadaanya - Junaidi Pandanwangi Soko - Tuban - Jawa Timur 085257958985.

Rabu, 30 September 2009


1.) PENGERTIAN KOPERASI

Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
 Berikut di bawah ini adalah landasan koperasi indonesia yang melandasi aktifitas koprasi di indonesia.
- Landasan Idiil = Pancasila
- Landasan Mental = Setia kawan dan kesadaran diri sendiri
- Landasan Struktural dan gerak = UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1

2). SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA
Koperasi adalah institusi (lembaga) yang tumbuh atas dasar solidaritas tradisional dan kerjasama antar individu. Koperasi juga merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Menurut Drs. Muhammad Hatta (Bapak Koperasi Indonesia), koperasi merupakan salah satu lembaga ekonomi yang paling cocok jika diterapkan di Indonesia karena sifat masyarakat Indonesia yang tinggi kolektifitasannya dan kekeluargaan. Gerakan koperasi digagas oleh Robert Owen (1771–1858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786–1865) dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 Mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator, yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan menggunakan prinsip koperasi. Koperasi akhirnya berkembang di negara-negara lainnya seperti Jerman, Perancis, dan Negara-negara lain.
Koperasi di Indonesia di mulai sejak tahun 1896 dan berkembang dari waktu ke waktu sampai sekarang. Pertumbuhan koperasi di Indonesia di pelopori oleh R. Aria Wiriatmadja Patih di Purwokerto. Beliau mendirikan koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam. Kegiatan R. Aria Wiriatmadja kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh De Wolf Van Westerrode asisten Residen Wilayah Purwokerto di Banyumas sebagaimana telah dirintis oleh R.Aria Wiriatmadja. Perkembangan koperasi di Indonesia mengalami pasang naik dan turun secara menyeluruh sesuai dengan iklim lingkungannya. Awal pertumbuhan koperasi di Indonesia menekankan pada kegiatan simpan pinjam yang kemudian tumbuh menjadi koperasi yang menekankan pada kegiatan penyediaan barang-barang konsumsi sampai akhirnya koperasi yang menekankan pada kegiatan penyediaan barang-barang untuk keperluan produksi. Pada akhir Rajab 1336 H atau 1918 K.H Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang mendirikan koperasi yang dinamakan “Syirkatul Inan” atau disingkat (SKN) yang beranggotakan 45 orang. Berbagai persyaratan dan ketentuan dalam ketetapan raja no. 431/1915 dirasakan sangat memberatkan persyaratan berdirinya koperasi. Oleh karena itu pada tahun 1920 dibentuk komisi koperasi yang bertujuan meneliti sampai sejauh mana keperluan penduduk untuk berkoperasi. Untuk menggiatkan pertumbuhan koperasi pada akhir tahun 1930 didirikan jawatan koperasi, yang salah satu tugasnya memberikan penerangan pada pengusaha-pengusaha Indonesia mengenai seluk beluk perdagangan. Perkembangan koperasi semenjak berdirinya jawatan koperasi tahun 1930 mengalami perkembangan yang pesat. Pada tahun 1930 jumlah koperasi sebanyak 39 buah dengan anggota 7.848 orang, maka pada tahun 1939 jumlah koperasi bertambah menjadi 574 buah dengan anggota 52.555 orang.
3). TUGAS KOPERASI
Menurut Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta, tugas koperasi ada tujuh buah. Hal ini beliau sampaikan dalam Pidato Bung Hatta di radio (11 Juli 1947) dalam rangka peringatan hari koperasi pertama, 12 Juli 1947. Adapun tujuh tugas koperasi itu antara lain:
1. Memperbanyak produksi, terutama produksi barang makanan, kerajinan, dan pertukangan yang diperlukan rakyat dalam rumah tangganya;
2. Memperbaiki kualitas barang yang dihasilkan rakyat.
3. Memperbaiki distribusi, pembagian barang kepada rakyat;
4. Memperbaiki harga yang menguntungkan bagi masyarakat;
5. Menyingkirkan penghisapan dari lintah darat, pelenyapan sistim ijon, dan rentenir;
6. Memperkuat pemupukan modal dengan menggiatkan kegiatan menyimpan;
7. Memelihara lumbung simpanan padi, mendorong tiap-tiap desa menghidupkan kembali lumbung desa, diperbarui sesuai tuntutan jaman. Sistem lumbung ini menjadi alat menyesuaikan produksi dan konsumsi sepanjang masa dan juga menjadi alat penjaga penetapan harga.
A. Fungsi Koperasi / Koprasi
1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia
2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia
3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia
4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi
B. Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi
1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia
2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia
3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada
Koperasi tidak timbul dan berkembang di Indonesia begitu saja. Sejarah berdirinya Koperasi amat sangat kental dengan nuansa dunia barat dan begitu dekat dengan paham-paham yang sedang berkembang saat itu. Sebagai anti tesa dari Kapitalisme kemunculan koperasi dilatarbelakangi perjuangan idialisme sekaligus kemanusiaan. Robert Owen sebagai salah satu penggagas jenius ide koperasi melihat bahwa kapitalisme yang kemudian menjadi detonator Revolusi industri sebagai paham yang tidak adil. Akumulasi modal pada sedikit orang menyebabkan ketimpangan sosial ekonomi yang menciptakan kelas-kelas sosial borjuis dan proletar. Robert Owen memunculkan New Harmony sebagai jawaban atas pertanyaan sekian banyak kaum miskin eropa saat itu. Meskipun sejarah mencatat bahwa kreasi Owen tidak menuai sukses tetapi setidaknya dia adalah pioner perkembangan ide koperasi selanjutnya. Perjalanan koperasi berikutnya sampai pada Rochdale kemudian dilanjutkan dengan kongres machester memiliki filosofi yang berakar dari budaya dan peradaban barat yang tentu tidak serta merta dapat diadopsi oleh kelompok masyarakat dengan latar belakang permaslahan dan peradaban yang berbeda termasuk salah satunya adalah indonesia. Permasalahanya bagaimana koperasi dapat berkembang di komunitas yang notabene berbeda? koperasi bukan sekedar barang impor. Indonesia mendopsi ide koperasi sebagai manifestasi dari keperpihakan terhadap rakayat secara ekonomi karena Idonesia memang mempunyai cukup alasan untuk melakukan hal tersebut. Pertama, Koperasi bukan semata-mata barang impor, Budaya Indonesia secara filosofis telah meletakan cooperation atau kerjasama dalam kerangka sosial yang dibangun masyarakat, contoh kongkrit adalah budaya Gotong royong yang melembaga dihampir setiap wilayah NKRI, meskipun dengan corak yang berbeda namun filosifinya sama, kerja sama. Latar belakang kearifan lokal ini yang kemudian oleh Bung Hatta disebut sebagai kolektovisme lama karena dalam proses kerjasama yang terjadi objek kerjasama bukan milik bersama tetapi milik individu. Koperasi dijadikan sebagai model kolektivisme dengan paradigma baru dimana objek kerjasama merupakan milik bersama yang hasilnya akan dinikmati bersama pula sesuai tata prinsip dan nilai yang berlaku. Dekadensi Idiologi dan Ancaman Globalisasi Pemberdayaan Ekonomi rakyat melalui koperasi hanya dapat dilakukan jika koperasi sendiri mempunyai kekuatan. Persoalannya koperasi Indonesia bahkan duniapun menghadapi dua masalah yang luar biasa besarnya dan terus memperlemah koperasi yaitu dekadensi Idiologi dan ancaman globalisasi. Sejarah koperasi Indonesia yang selalu identik dengan perannya sebagai alat politik dan kepentingan yang membuat. konstruksi berfikir koperasi Indonsia terperangkap kepada pragmatisme sempit yang dikemudian hari terus mereduksi kekutan idiologis koperasi. Fenomena kemunduran idialisme sebenarnya tidak hanya terjadi Di Indonesia, dekadensi idiologis terjadi juga dikoperasi-koperasi barat. Kondisi ini membuat Alex Laindlaw pada tahun 1980 bersuara kritis memperingatkan terjadinya krisis idiologi di tubuh gerakan koperasi.
Ditengah menurunya kualitas Idiologi dan sumberdaya manusia tantangan globalisasi menghadang koperasi didepan. Dalam bukunya ”Imperialisme Ekonomi Baru ” (PT. Gramedia Utama, 1993), martin Khor Khok Peng, a.l. membahas tentang upaya perusahaan trasnasional yang dilakukan melaui forum yang dikenal dengan istilah Putaran Uruguay untuk menetapkan seperangkat peraturan internasioal yang akan memberikan banyak kemudahan dan kebebasan mutlak, beroperasi sekehendak hati tanpa rasa takut untuk munculnya pesaing baru.
Globalisasi secara umum tidak saja mengancam keberadaan koperasi tetapi juga negara dunia ketiga, seperti yang disampaikan oleh Muslimin Nasution (1990) bahwa dalam kenyataanya globalisasi tidak dengan sendirinya dapat memberikan keuntungan bagi negara-negara berkembang, karena semakin memudarnya batas ekonomi antar negara akan menyebabkan melemahnya dan ketidak mampuan negara-negara tersebut dalam menggerakkan potensi domestik. Era pasar bebas jelas menuntut koperasi untuk mempersiapkan pondasi kuat untuk menahan gempuran imperialisme ekonomi yang mungkin saja terjadi. Memetakan Permasalahan Koperasi Indonesia Secara obyektif harus diakui bahwa peran koperasi dalam perekonomian Indonesia lebih kecil disbanding swasta. Dalam laporan resmi Kementriana koperasi dan UKM tahun 2005 menyebutkan bahwa Peranan Usaha Kecil Menengah dalam penciptaan nilai tambah di tahun 2004 lebih rendah dibandingkan peranan UKM di tahun 2003. Usaha Kecil turun dari 41,07 persen pada tahun 2003 menjadi 40,36 persen pada tahun 2004 dan Usaha Menengah penurunan tidak terlalu significan yaitu dari 15,6 persen menjadi 15,51 persen. Pada tahun yang sama Peranan Usaha Besar semakin bertambah dari 43,33 persen pada tahun 2003 menjadi 44,12 persen pada tahun 2004. Jika dilihat dari skala usaha memang perimbangan antar peranan usaha kecil dan Usaha besar tidak timpang, tetapi jika kita lebih jauh lagi mengenai bentuk organisasi usaha antara koperasi dan swasta maka koperasi memberikan peran sangat kecil. Menurut Bambang Ismawan kontribusi Koperasi dalam PDB hanya mencapai 5 persen, sementara BUMN 25 persen dan BUMS 70 Persen. Fakta ini memberikan bukti bahwa koperasi tidak cukup mampu memberdayakan masyarakat.

Minimal ada empat hal yang menurut menjadi penyebab minimnya peran koperasi. Pertama adalah aspek pendidikan. Seperti yang telah disampaikan sebelumya bahwa Indonesia mengalami degradasi pemahaman idiologi. Kualitas pendidikan koperasi menjadi faktor utama turunnya minat berkoperasi. Sebagai salah satu prinsip koperasi, pendidikan seharusnya mendapatkan prioritas, tetapi kenyataanya pendidikan koperasi mendapatkan porsi yang semakin sedikit baik di lembaga-lembaga pendidikan
Dalam konteks Indonesia tanggung jawab pendidikan koperasi menjadi Samar. Di satu pihak keberadaan DEKOPIN yang merupakan organisasi tunggal dan disebut sebagai representasi gerakan Koperasi Indonesia Dinilai betanggungjawab penuh atas pendidikan koperasi di indonesia. Faktanya memang DEKOPIN mempunyai LAPENKOP sebagai instrumen pendidikan perkoperasian yang mempunyai jaringan sampai tingkat kabupaten (dekopinda), tetapi LAPENKOP belum mampu menyentuh seluruh anggota koperasi ditingkatan bawah. Disisi lain peranan pemerintah dalam Hal ini Kemenkop UKM dalam pendidikan perkoperasian sangat terbatas, salah satu penyebebnya adalah kewenangan menkop UKM yang terbatas. Prof Mubyarto ( Alm) dengan sangat lugas mengatakan dalam sebuah forum diskusi ekonomi, bahwa” Krisis moneter bukan malapetaka”. Kontraksi ekonomi nasional pada tahun 1998 akibat krismon yang mencapai 13,4% di anggap extraordinary, sesuatu yang sangat mengeerikan oleh banyak pengamat ekonomi, padahal dalam realitanya banyak daerah yang parameter kerusakan ekonominya cukup baik bahkan jauh dibawah ambang nasional. Data-data ekinomi menunjukan bahwa beberapa wilayah kontraksi social yang terjadi hanya sekitar 0,7 % bahkan beberapa derah diluar jawa tetap tumbuh positif. Di daerah Tabalong pertumbuhan ekonomi mencapai 28%. Ternya ketahanan ekonomi derah-daerah tersebut banyak di dukung oleh UKM dan Koperasi.

Ada satu masa dimana manusia harus memperjuangkan haknya, bukan sekedar berteriak tetapi juga menggeliat dan menerkam. Bila mana itu terjadi? Ketika manusia sudah tidak dimanusiakan lagi, saat homo hominilupus menghegemoni kehidupan. Sumanto dianggap monster mengerikan karena dia ”keconangan/ketahuan”memakan mayat, tetapi Apakah sumanto lebih mengerikan dibanding orang-orang yang membunuh ribuan manusia di Ethopia, genosida di Jalur Gaza atau menyebabkan jutaan rakyat Afrika mati kelaparan? Dengan logika sederhanapun kita akan mengatakan tidak!! Sumanto hanya sekedar memakan mayat yang sudah tidak bernyawa tetapi dia tidak sekejam ”orang-orang” yang membantai ratusan ribu manusia di Afganistan atau mengahancurkan timur tengah karena minyak?

Saat manusia tidak lagi dimanusiakan itulah waktu dimana gerakan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia dimulai.Bagaimana dengan kita? Apakah Indonesia juga sudah saatnya bergerak? Coba kita lihat tregedi Konawe sulawesi tenggara, NTT, jabra bahkn jateng dan Jakarta puluhan balita menderita Busung Lapar alias kurang gizi
Kondisi dimana setiap tahun angka penganguran semakin tinggi sedangkan lapangan kerja yang tersedia tidak mengalami pertambahan yang berarti menjadi bukti bahwa penduduk usia kerja lebih suka mencari pekerjaan dari pada menciptakan peluang kerja. Coba kita tengok Peringkat HDI indonesa di dunia yang terus turun. Tahun 1974 ke-104, tahun 2000 ke 109, tahun 2002 ke-110 dan tahun 2003 ke-112 dari 175 negara didunia, ironis sekali. Trend menurun ini terus terjadi sampai tahun 2005. Fenomena ini menunjukan bahwa Negara kita semakin terpuruk di dunia. Sedangkan dikawasan ASEAN, Indonesia yang pernah dikenal sebagai “ singa” ekonomi Asia menempati posisi juru kunci. Sebuah kenyataan yang patut disesalkan

Minggu, 02 Agustus 2009

Variasi Seks Dengan Es Batu? Wow Sensasional (+18 tahun)

Terkadang melakukan hal yang polanya sama terus menerus bisa menimbulkan kejenuhan dankurang bergairah, dalam masalah seks pun dengan pasangan kita mungkin ada baiknya kita bisa menciptakan beberapa variasi untuk keharmonisan hubungan rumah tangga tentunya salah satunya adalah hubungan seks dengan es batu.
Ada saatnya ML dengan bantuan benda yang mudah didapat, seperti es batu. Selain menimbulkan sensasi menggelitik, permainan pun jadi lebih nikmat dan bervariasi.
Seks Dengan Sensasi Dingin Es Batu, kenapa Tidak?

Seks Dengan Sensasi Dingin Es Batu, kenapa Tidak?

Seperti yang dilansir Cosmopolitan, banyak variasi permainan cinta yang dapat ‘digoyang’ dengan permainan es batu. Nggak percaya?

1. Awali dengan es batu yang agak meleleh di mulut Anda. Kecup pasangan Anda sambil menggerakkan es maju dan mundur secara perlahan-lahan. Pada saat es meleleh dan semakin mengecil, sembunyikan es itu sehingga dia akan berusaha mencari-cari dengan lidahnya.

2. Gunakan es batu untuk meninggalkan jejak dingin di sepanjang kulit tubuhnya. Kemudian ikuti jejak itu dengan lidah Anda. Perubahan suhu yang terjadi akan membuat dia semakin merasakan kenikmatan. Sementara itu, rasa penasaran melihat ke mana bibir Anda menjelajah, memandu dia menuju puncak kenikmatan.

3. Letakkan es batu di tangan pasangan Anda. Kemudian pegang tangannya dan bantu dia menggambar bentuk lingkaran dengan es itu di payudara Anda. Semakin lama, pandu dia agar semakin mengecilkan lingkaran hingga berakhir di ‘pusat’ payudara Anda.

4. Saat mencoba memuaskan pasangan dengan melakukan oral seks, perlahan pijat daerah sensitif di antara kedua kakinya dengan es batu. Kombinasi antara kehangatan mulut Anda dan dinginnya es tersebut akan membuat si dia ‘lemah’ tak berdaya.

5. Minta pasangan untuk menyentuh Anda dengan es di beberapa titik yang kulitnya tipis. Contohnya seperti di bagian pergelangan tangan, siku bagian dalam, dan belakang lutut. Sentuhan di sejumlah daerah sensitif itu akan terasa sangat sensual.

6. Ketika giliran pasangan yang ingin memuaskan Anda dengan mulutnya, minta dia secara perlahan menyentuh klitoris dengan es bergantian dengan bibir serta lidahnya. Jika Anda terlalu sensitif di bagian itu, coba lakukan sembari mengenakan celana dalam.

7. Letakkan potongan es batu di antara payudara Anda. Kemudian gerakkan es maju mundur sehingga kulit terasa dingin dan basah. Setelah itu, tuntun kemaluan si dia untuk memijat tubuh Anda masih di daerah yang sama.

8. Minta dia secara perlahan menggerakkan es batu di sepanjang telapak hingga batas pinggir kaki Anda. Percaya atau tidak, daerah itu sangat erat hubungannya dengan bagian otak yang memproses rangsangan hingga mencapai orgasme. Hasilnya, gairah akan semakin terpicu.

9. Berikan pasangan Anda pijatan seksi di kulit kepalanya dengan satu tangan. Sedangkan tangan yang lainnya bekerja untuk menjelajahi garis rambut dan pelipis matanya dengan es batu. Lanjutkan hingga ke daerah leher.

10. Setelah kegiatan ‘inti’ selesai, perlahan-lahan oleskan es batu di sepanjang punggung kekasih Anda. Usaha ini akan membuat dia merasa lebih tenang dan santai setelah melakukan aksi ‘panas’ yang panjang. Kemudian minta dia melakukan hal yang sama pada Anda. (Cosmo/Inilah)

Sabtu, 01 Agustus 2009

Eksekutif bergaji Rp 8,8 M bangkrut, kini jadi pengantar Pizza

Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA ( University of California ), Karpman langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham. Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie dan dikarunai dua anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.

Setelah 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya pun naik menjadi US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun. “Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?” kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi
ABC.

Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu hidup dalam “Impian Amerika” (American Dream). Mereka tinggal di sebuah rumah besar di kota Tampa , Florida . Rumah mereka pun dilengkapi lapangan golf. “Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga barang-barang di toko. Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja,” kata Karpman.

Dia pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang. Maka, tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan membuat usaha sendiri yang sejenis.Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan taraf hidup, dia Karpman dengan enteng mengeluarkan dana US$500.000 dari tabungannya. . Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah.

Namun, badai krisis keuangan menerpa Amerika Serikat (AS). Karpman tak mampu menarik investor, sehingga perusahaannya bubar. Sejak saat itu, dia menjadi penganggur dan sulit mendapat kerja. Padahal, di masa lalu, Karpman tak perlu pusing mencari kerja. “Dulu, saat menjalani tes wawancara kerja, saya bisa jadi bersikap kurang ajar, karena justru sayalah yang sering menanyai si pewawancara, apakah perusahaannya cukup layak mempekerjakan saya,” kata Karpman dalam wawancara yang ditayangkan di laman stasiun televisi ABC. “Sekarang, justru saya yang kini berharap-harap minta kerja sambil memegang topi di tangan,”

Saat dia susah mendapat kerja, tabungannya ludes untuk keperluan hidup sehari-hari dia dan keluarga. Bahkan, keluarga Karpman kini harus menanggung utang ratusan ribu dolar dan rumah mewah terancam
disita pihak kreditur. Mereka pun tak mampu menanggung biaya pendidikan anak-anak di sekolah swasta yang mencapai US$30.000 (Rp 352,3 juta). Namun mereka bersyukur ada seorang dermawan yang membantu membiayai uang sekolah anak-anak mereka hingga tahun depan.

Maka, Karpman sudah bertekad, kerja apapun akan dia lakukan, asalkan mendapat uang. Dia pun bersedia turun derajat. Karpman tak lagi mencari posisi-posisi yang tinggi, maka dia sempat melamar sebagai bartender (peramu minuman), namun ditolak. Istrinya, Stephanie, kini juga akan menjual baju-bajunya yang bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian di toko-toko loak.

Akhirnya Karpman mendapat kerjaan baru. Namun, bukan lagi sebagai eksekutif, melainkan sebagai pengantar pizza (roti isi khas Italia) di restoran Mike’s Pizza Deli di kota Clearwaer. Pemilik restoran, Mike Dodaro, bingung saat melihat Karpman datang ke tempatnya untuk wawancara kerja dengan mengendarai mobil mewah Mercedes Benz. Dodaro pun terkejut saat membaca CV (riwayat pendidikan dan pekerjaan) Karpman. Untuk menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar MBA dan berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain, Karpman tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar). Namun, Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji US$7,29 atau sekitar lebih dari Rp.85.000,- per jam - belum termasuk tips.

Karpman pun tak peduli dengan reaksi istrinya yang kaget dengan profesi suaminya saat ini. >”Menurut saya, yang paling buruk adalah saat datang ke teman sambil berkata, ‘ boleh pinjam uangmu? Menjadi pengantar pizza pun sudah kemajuan,” lanjut Karpman.

Sekali lagi menyadarkan para PEKERJA apapun PANGKATNYA agar selalu mawas diri, ingat nanti. PHK itu bisa muncul kapan saja, maka jangan terlena dengan fasilitas yang saat ini MASIH Anda pinjam.

untuk pelajaran kita semua.. apapun yang kita miliki sebenarnya cuma titipan dr-NYa.
Selamat membaca, semoga bermanfaat..

Di Bandung tepatnya di daerah Jl. Dalem Kaum, yang satuarah, di

sebelah gedung Palaguna yang saat ini sudah tidakdipergunakan, ada

seorang kakek-kakek tua gemuk yang berjualan buburayam.

Kalau kita lihat selintas, beliau berjualan bubur tersebut tidak ada

sesuatu yang istimewa, seperti bubur yang lainnya.

Bubur ayam tersebut apabila di hari-hari biasa habissekitar pukul 8

pagi untuk hari minggu ? jam 7 sudah ludes!!!!

Rasanya? sangat nikmat, selama hidup saya di Bandung, baru kali ini

saya merasakan bubur ayam yang senikmat ini



Saya perhatikan, beliau dalam melayani para pembelinyaselalu dengan

sepenuh hati, beliau memotong-motong ayam dan ati ampelanya se lembut

mungkin, apabila ada tulang, beliau sisihkan, tidakdihidangkan,

beliau taburkan ayam dan ati ampela tersebut sebanyakmungkin hingga

mangkuknya terlihat sangat penuh. sehingga kita pun tidak merasa rugi

sedikit pun dengan membeli bubur ayam seharga Rp.10.000 / mangkuk.



Di dahi nya terlihat menghitam, tanda seringnya beliaubersujud kepada

ALLAH, mukanya bercahaya tanda sering terbasuh oleh air wudhu...

mukanya terlihat damai... jauh dari pikiran buruk kepada orang lain.



Apabila ada gelandangan yang lewat dan meminta sedikit makanan, beliau

langsung menyajikan dan memberikan satu buah mangkuk penuh berisi

bubur ayam tanpa meminta bayaran :



beliau hanya berkata " keun weh karunya, bapa mah mening ngaladangan

nu nyuhunkeun kitu tibatan ngaladangan preman² nu emam bubur tapi

kalalabur teu malayar"

(ga apa-apa, bapak sih mendingan melayani orang yang meminta secara

sopan kepada saya daripada melayani preman-preman yang berlagak sok

mau membeli tapi akhirnya tidak membayar )



Lalu saya memberanikan diri untuk membuka pembicaraan dengan beliau...



Saya : " Assalamu'alaikum Pak Haji, kumana damang Pajeng pa haji ?

(Assalamu'alakum Pak Haji, Gimana kabarnya? laku ya pak dagangannya? )

Penjual Bubur : " Alhamdulillah Den, cekap kangge tuang mah...

(Alhamdulillah nak, cukup untuk makan sehari-hari) Saya : " Parantos

sabaraha lami icalan didieu pa haji teh ?

(Sudah berapa lama bapak berjualan di sini pak?) Penjual Bubur : " Ti

Taun 78 Den, Alhamdulillah mayeng.. Alhamdulillah tos tiasa angkat ka

haji 2 x, putra tos jararanten sadayana...

Alhamdulillah

Den...

(Dari tahun 1978 nak, Alhamdulillah lancar... Alhamdulillah sudah bisa

berangkat haji 2 x, anak saya semuanya sudah jadi orang..

Alhamdulillah

nak.)

Saya : " Rahasiana naon eta teh Pa Haji ?"

(Apa rahasianya pak haji?)

Penjual Bubur : "ULAH HILAP SHALAT DHUHA UNGGAL ENJING-ENJING INSYA

ALLAH DIMUDAHKEUN URUSAN KU GUSTI NU MAHA SUCI"

(Jangan lupa laksanakan Shalat Dhuha setiap pagi, Insya Allah

dimudahkan segala urusan oleh ALLAH SWT) Di dunia mah hirup mung

sakedap den, ayeuna mah urang siap-siap weh nyanghareupan sakaratul

maut, ulah silap ku harta banda, moal dicandak ka liang lahat. kade

ulah nuang rezeki nu haram. Insya Allah disayang ku gusti.

(Hidup di dunia hanya sebentar nak, sekarang kita harus bersiap-siap

menghadapi sakaratul maut, jangan tergiur oleh kemewahan dalam

mengejar harta benda duniawi, percuma, hal tersebut tidak akan kita

bawa ke liang lahat. Hindari memakan rezeki yang haram. Insya Allah

akan disayang oleh Allah SWT.) Saya : Pa haji, upami tabuh 7 tos se'ep

mah naha teu nyandak langkung bubur teh ? naha mung nyandak 5 kg wae

(Pa haji, bila setiap hari jam 7 pagi dagangan sudah habis, kenapa ga

bawa buburnya dilebihin aja dari 5 kg? kenapa hanya di pas ambil

5 Kg)

Penjual Bubur : Mun dilangkungan, sok kacandak deui ka bumi, janten

mubah.

Panginten rezekina ti ALLAH mung 5 kg sadinten, eta teh kacandak Rp.

1jt sadinten, upami dinten minggon tiasa kacandak Rp. 2 jt sadinten..

(Bila dilebihin, suka jadi mubazir, akhirnya terbawa kembali ke rumah.

Mungkin rezekinya dari ALLAH hanya 5 KG sehari, itu juga Bapak bisa

bawa pulang 1 JT rupiah sehari, apabila hari minggu bisa bawa pulang 2

Jt..

Saya jadi teringat kepada salah satu ayat AL Quran..

"Rezeki diberikan oleh Allah kepada semua orang baik maupun jahat.

tetapi pemberian yang khusus, rezeki yang sebenarnya, sebagai hasil

perjuangan rohani ialah untuk kehidupan orang yang benar-benar

bertaqwa kepada ALLAH SWT" (QS.20:132.Abd Yusuf Ali)



Allah senantiasa memberikan Rahmat-Nya kepada setiap makhluk yang

dikehendaki- Nya. Bahkan kepada bapak yang sehari-harinya hanya

menjual bubur ayam...



Apakah kita termasuk umat yang diberi rahmat dan hidayah-Nya ?

Hanya Kita sendiri yang bisa menjawabnya. ...

Tersenyumlah dengan Hati

Sebuah cerita yang layak untuk Anda baca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Di sebuah restoran cepat saji, seorang ibu dan suami beserta anak bungsunya sedang menunggu antrian. Sewaktu si suami akan masuk dalam antrian, si ibu menyela dan meminta agar si suami saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika si ibu sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitarnya bergerak menyingkir. Bahkan orang yang semula antri di belakangnya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri si ibu, ketika berbalik dan melihat
mereka semua menyingkir? Saat berbalik itulah ia mencium suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat. Ternyata tepat di belakangnya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!
Si ibu bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika ia menunduk, tanpa sengaja ia menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengannya, dan sedang “tersenyum” ke arahnya.
Lelaki itu bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arah si ibu, seolah ia meminta agar si ibu dapat menerima ‘kehadiran mereka’ di tempat itu.
Lelaki itu menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan si ibu membalas senyumnya.
Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Si ibu segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolong”nya.
Si ibu merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal dirinya bersama kedua lelaki itu. Dan kini, mereka bertiga tiba2 saja sudah sampai di depan counter.
Ketika penjaga counter menanyakan kepada si ibu apa yang ingin dipesan, si ibu mempersilahkan kedua lelaki ini untuk memesan lebih dulu.
Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir Nona.”
Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran di sana, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba-tiba saja si ibu diserang oleh rasa iba yang membuatnya sempat terpaku beberapa saat, sambil matanya terus mengikuti langkah kedua lelaki itu mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, si ibu baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju kepada dirinya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’nya.

Si ibu baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin dipesannya. Si ibu tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanannya sendiri) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, si ibu minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan ke meja/tempat duduk suami dan anaknya.

Sementara si ibu membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Ia letakkan nampan berisi makanan itu di atas meja, dan meletakkan tangannya (menepuk lembut) di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah si ibu, kini mata itu mulai basah berkaca2 dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.”

Si ibu mencoba tetap menguasai diri, sambil menepuk bahu lelaki bermata bitu itu si ibu berkata “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.”

Mendengar ucapan si ibu, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Rasanya saat itu ingin sekali si ibu merengkuh kedua lelaki itu.

Si ibu sudah tidak dapat menahan haru ketika berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anaknya yang tidak jauh dari tempat duduk kedua lelaki itu. Sang suami memegang kedua pipi dan menghapus air mata sang istri sambil tersenyum dan berkata “Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak-2ku!“
Mereka saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu mereka benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah mereka mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika sedang menyantap makanan, beberapa tamu yang akan
meninggalkan restoran satu per satu menghampiri meja mereka, untuk sekedar ingin ‘berjabat tangan’. Salah satu di antaranya seorang bapak, memegangi tangan saya dan berucap “Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada di sini. Jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.”

Si ibu hanya bisa berucap “terima kasih” sambil tersenyum.
Sebelum beranjak meninggalkan restoran, si ibu sempatkan untuk melihat ke arah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin keduanya, mereka langsung menoleh ke arah si ibu sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikan tangannya.

Selama perjalanan pulang si ibu mencoba merenungkan kembali bahwa apa yg dilakukannya terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah terpikir olehnya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepadanya betapa ‘kasih sayang’ Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Nah, satu kalimat untuk direnungkan:
“Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan mengetahui betapa ‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.”

Karena dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri si ibu untuk menyentuh orang-orang yang ada di restoran, suami, dan anaknya. Baginya, hal itu merupakan suatu: “PENERIMAAN TANPA SYARAT.”

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh
para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran “BAGAIMANA CARA MENCINTAI SESAMA DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI BUKAN MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan
cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada ‘malaikat’ yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan:
* Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu,tetapi hanya ’sahabat yang bijak’ yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

* Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu!

* Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak. Orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!

Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri…