Rabu, 19 Mei 2010

Perbedaan Investor dan Spekulator dalam Trading


Ada beberapa karakter atau pendekatan psikologis bagi setiap orang ketika dia mulai terjun di dalam aktivitas trading, apakah dia bertindak sebagai seorang investor ataukah dia bertindak sebagai seorang spekulator. Hal ini perlu Anda pahami agar Anda bisa “mendeteksi” diri Anda sendiri, apakah di dalam menjalankan aktivitas trading Anda bertindak sebagai seorang investor ataukah sebagai seorang spekulator.

Investor

Seorang investor adalah seseorang yang membeli sesuatu dengan harapan bahwa sesuatu yang ia belj kelak di kemudian hari akan mengalami kenaikan nilaj sehingga terdapat sclisih lebih yang merupakan bentuk keuntungan yang bakal ia raih. Periode waktu di dalam masa investasi ini dapat dalam rentang waktu minggu, bulan, atau bahkan beberapa tahun. Beherapa investor memilih sekuritas (segala perangkat investasi yang bisa diperdagangkan) untuk rentang waktu yang cukup lama dan mereka percaya bahwa beberapa tahun ke depan apayang mereka beli atau
yang mereka miliki akan mengalami kenaikan nilai. Biasanya seorang investor akan melakukan riset yang cukup mendalam sebelum dia mernutuskan untuk melakukan investasi. Jika dia ingin rnelakukan investasi dengan membeIi saham suatu pemsahaan, besar kemunginan dia akan mempelajari Laporal1 Keuangan perusahaan tersebut, track record atau portofolio serta kinerja
pemsahaan tersebut di dalam meraih laba, Contoh investor adalah Warren Buffet, salah seorang investor sukses dunia. Berikut beeberapa saran yang diberikan oleh Wan-en Buffet bagi Anda yang ingin menjadi seorang investor:
• Jangan pemah melakukan usahalbisni” pada suatu bentuk usahalbisnis yang tidak Anda pahami.
• Risiko dapat dikurangi dengan cara hanya berkonsenrasi kepada bisnis yang Anda kuasai dan Anda kenali.
• Bell saham perusahaan dengan latar belakang sejarah kinerja perusahaan tersebut di dalam meraih laba.
• Anda tidak akan pemah dibenarkan dan tidak juga akan disalahkan oleh orang banyak, kecuali data dan alasan yang Anda miliki menunjukkan kebenaran yang sebenarnya.
• Pusatkan perhatian hanya kepada tingkat pengembalian modal, bukan pada Jaba rer lembar saham.

SpekuIator

Seorang spekulator adalah seseorang yang membeli atau menjual sesuatu dengan tujuan untuk meraih keuntungan dalam waktu singkat tanpa bermaksud untuk memiliki sekuritas yang dia beli atau jual untuk tujuan jangka panjang. Seorang spekulator terkadang menjalankan bisnisnya
hanya dalam waktu beberapa menit, jam dan paling lama mungkin hanya dalam hitungan minggu. Seorang trader yang melakukan aksi jual/beli puluhan kali dalam satu hari (intraday trader) bisa dikatakan sebagai seorang spekulator. Salah satu contoh spekulator sukses adalah George
Soros. Dia pemah meraup keuntungan jutaan dollar dalam satu hari dari aksi spekulasi yang pemah dilakukannya. Bahkan, meskipun bukan merupakan tanggungjawab langsung dari Soros, ekonomi Rusia pemah mengalami guncangan ketika Soros melempar isu tentang kejatuhan
harga saham di Rusia hingga 12 %. Lima hari setelah isu itu dilempar, terjadi devaluasi atas mata uang rubel sebesar 25%.
Salah satu pemyataan yang menarik dari George Soros adalah, “Tidaklah terlalu penting untuk dikatakan bahwa ini adalah benar atau salah, namun yang lebih penting adalah sejauh mana Anda bisa meraup uang banyak ketika Anda melakukan hal yang benar dan seberapa ban yak uang Anda yang hilang ketika Anda melakukan kesalahan.” Dengan penjelasan di atas, Allda diharapkan mampu memahami perbcdaan antara investor. dan spekulator dengan jelas sehingga Anda kemudian dapat menentukan diri Anda sendiri, apakah di saat Anda menjalankan
trading itu Anda bertindak. sebagai seorang investor ataukah sebagai seorang spekulator. Pertanyaan tentang apakah Anda seorang investor atau seorang spekulator merupakan pertanyaan atas aspek psikologis Anda sendiri.

0 komentar: