Media Untuk Pembelajaran Anda

Media Referensi dan Pembelajaran yang disajikan secara menarik dan mempunyai keilmuan yang tidak di ragukan lagi keberadaanya - Junaidi Pandanwangi Soko - Tuban - Jawa Timur 085257958985.

Minggu, 08 Maret 2009

Menggapai Merah Putihku

Namaku Surya Prakoso atau biasa dipanggil Ako usiaku kini 21 tahun dan aku adalah seorang mahasiswa tingkat 3 fakultas ilmu komputer jurusan sistem informasi. Suatu kebanggaan untukku karena sebagai seorang anak tukang sayur aku bisa menikmati bangku kuliah. Aku sangat bangga dengan kedua orang tuaku meskipun hanya berjualan sayur tidak menyulutkan semangat mereka untuk mendidik anak – anaknya. Mereka memang pekerja keras aku tak mau menyia – nyiakan kesempatan yang telah Tuhan berikan padaku. Aku tidak mau main–main dalam kuliah ku. Orang tuaku...

Perjuanganku

Aku adalah anak keempat dari lima bersaudara di keluargaku. Aku terlahir dari keluarga yang dapat dibilang cukup berada. Kedua orang tuaku adalah pengusaha batik yang cukup sukses dan terkenal di kotaku, Yogyakarta. Usaha batik yang dijalani oleh kedua orang tuaku tidak diperoleh karena warisan dari orang tua mereka tetapi mereka peroleh dari kerja keras dan ketekunan mereka selama bertahun-tahun menjadi buruh batik di tempat seorang pengusaha batik lokal. Setelah cukup lama menjadi buruh batik, kedua orang tuaku mulai memberanikan diri membuka...

Arti Hidup Februari 22nd, 2009

Bagai katak di ujung tanduk. Itu adalah keadaanku sekarang. Berjuta pikiran melayang dalam angan tanpa bayang. Antara racun, obat, caci maki, dan duri-duri tajam yang menyerang. Entah kapan ini akan berakhir. Atau akankah memang bisa berakhir. Tapi mungkin saja akan segera berakhir jika aku mengakhirinya sekarang. Haruskah ada strategi utama dan paling berbahaya? Sungguh, hari panjang yang melelahkan. Aku harus memutuskan satu hal yang akan merubah seluruh kehidupan. Hari ini ulang tahunku ke-13. Tapi siapa peduli. Jangankan kado, ucapan selamat...

Andai Aku Bisa Sepertimu

Kamu memang perempuan yang sempurna. Cantik, anggun, pintar, keibuan, populer, kaya, dan mapan. Kamu juga pintar merawat keluarga. Sungguh, kamu benar-benar perempuan sempurna. Semua kelebihanmu itu membuat aku merasa amat cemburu dan tak berharga di hadapanmu. Andai aku bisa sepertimu?Akhir-akhir ini aku memang sering mengamatimu, diam-diam dan dari kejauhan. Aku ingin tahu, apa kiatmu sehingga Mas Han tunduk padamu. Sangat mencintaimu dan tak mampu meninggalkanmu. Aku ingin belajar darimu, bagaimana merawat Mas Han dan anak-anaknya. Karena suatu...

Kilasan Hati Pak Guru Ahmad

Terdengar suara pintu ruang tamu diketuk. Entah siapa malam-malam begini bertamu. Pak Ahmad melirik ke jam dinding yang tergantung. Jam 20.00. Hening sunyi di kampung ini. Dibukanya pintu, terlihat beberapa anak muda dengan pakaian rapi. Tersenyum sambil mencium tangan Pak Ahmad.“Assalaamu ‘alaikum Pak. Maaf kami mengganggu istirahat Bapak,” salah seorang di antara mereka memberi salam dengan santun.“Wa ‘alaikum salam. Eeh… Anto, Udin, Johan. Mari masuk. Sudah lama kalian tak berkunjung kemari. Bagaimana kabar kalian? Baik-baik saja kan?”“Alhamdulillah,...

Pak Kos

Aku sudah tidak mungkin protes lagi. Bagaimanapun aku sudah terlalu banyak merepotkan Mbak Yani, kakakku. Memang, mencari indekos bulanan sangat sulit saat ini. Entah karena apa, para pemilik indekos lebih memilih menawarkan jasa kamarnya untuk tahunan, atau empat bulanan. Kalau pun ada yang bulanan, harganya sangat melangit.Ya sudah, Mbak! Tak apa, aku nge-kos di sini saja, toh tempatnya tidak terlalu jauh dari kampus. Yang penting harganya murah.Sebenarnya aku tidak begitu puas dengan kamar itu. Letaknya di sebelah ruang tamu keluarga pemilik...

Cerita Mata Pada Hati

mata ini bercerita pada hatitentang hidup seorang janda miskinyang selalu masuk keluar lorongmenelusuri gang-gang sempitmengetuk pintu demi pintudi setiap pagi hingga petangjajakan sagu di atas dulangmelangkah tiada beralas kakidi atas beribu kerikil yang menghampardi sepanjang jalan hidupnyakadang pulang membawa berkahkadang juga menenteng hampatapi tak pernah ada kecewamemancar dari wajahnyamata ini juga bercerita pada hatitentang nasib anak-anaknyayang menanti tak pasti datangnya sesuap nasibersama petang yang menuntun pulang ibunyamata ini...

Maaf untuk Diandra

Diandra, aku sengaja datang hari ini untuk menemuimu. Tapi kenapa kamu tak ada? Kamu ada di mana, Diandra? Lalu aku melongok ke kamarmu. Hm, kamar kita, tempat di mana kita selalu habiskan malam berdua, bercerita tentang indahnya hari, bercinta demi hadirnya sang buah hati. Tapi tetap tak kulihat kau di sana. Tak ada kau di pembaringan yang selalu menyambutku dengan senyum mesra dan tatapan hangat. Kamar itu kosong, bahkan selembar kain spreipun tak terlihat menempel di singgasana cinta kita itu. Kuhela nafasku panjang, merasakan perihnya dadaku.Diandra,...

Sapaan Lembut Dari-Nya

“Pagi Monaa!”“KYAAA!”GUBRAKK!! JDUKK!!“Aww!” pekik Mona seraya mengelus-elus belakang kepalanya yang terbentur tepi ranjang. Tangan kirinya meraih tiang dipan untuk berpegangan, dan bangkit. Ia mengambil handphone yang bergetar seru di ranjang, kemudian mematikan alarmnya. Sambil meringis, ia keluar kamar. Ringisannya seketika berubah menjadi teriakan nyaring saat ia melihat jarum jam di dinding ruang makan sudah menunjukkan pukul setengah tujuh tepat.Barisan teman-temannya yang berkostum olahraga menyambut Mona di pinggir lapangan upacara. Ia...

Akhir Sebuah Penantian

”Wi…Dewi…ayo bangun! Hari sudah siang, nanti kamu terlambat ke sekolah,” teriak ibu Dewi.“Iya Bu, tunggu sebentar,” jawab Dewi sambil lari terbirit-birit ke kamar mandi karena sebentar lagi Putri sahabatnya akan datang menjemput. Pagi itu Dewi mendapat omelan yang tak putus-putus dari ibunya karena terlambat bangun sampai-sampai tidak sempat membantu ibunya membersihkan rumah. Tapi Dewi tidak pernah memperhatikan omelan ibunya karena ia sudah terbiasa mendengar omelan ibunya sebelum ia berangkat ke sekolah. Tak lama kemudian, suara klakson motor...