Selasa, 07 April 2009

Pembukaan IGOS CENTER Bandung

Pembukaan IGOS CENTER Bandung

Be-Mall Plaza, Rabu, 14 Nopember 2007, jam 11.00

Deklarasi Penggunaan & Pengembangan IGOS telah dilakukan pada tanggal 30 Juni 2004 dan mendapatkan dukungan dari lima (5) kementrian yaitu Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kehakiman dan HAM, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Menteri Pendidikan Nasional. Kebijakan program Indonesia Go Open Source (IGOS) bertujuan meningkatkan akselerasi pendayagunaan Open Source Software (OSS) dan memperkuat upaya infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Untuk itu komunitas TIK khususnya pengguna dan pengembang OSS beserta, pemerintah, kaum profesional dan pelaku bisnis mendirikan pusat kegiatan yang berhubungan dengan OSS di kota Bandung dengan nama : IGOS Center Bandung.

Dengan Visi : Menjadi penyedia secara “One Stop Service” untuk produk dan jasa yang berbasis teknologi Open Source Software (OSS). Dengan target untuk perbaikan daya saing bangsa secara Sistemik dengan memanfaatkan pendekatan OPEN INNOVATION (OI).

Adapun Misi IGOS Center Bandung adalah :
- Membantu pelanggan mencapai tujuannya (personal & bisnis) dengan menyediakan solusi berbasis teknologi OSS yang dapat meningkatkan produktifitas, efektifitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
- Mendorong terselenggaranya perilaku bisnis yang etis dan profesional secara sistemik di perusahaan & pemerintahan.
- Membangun kemampuan inovasi teknologi OSS yang berkelanjutan yang dapat memperbaiki daya saing nasional.
- Berpartisisipasi mewujudkan tujuan komunitas global yang tertuang dalam Millenium Development Goal.

IGOS Center Bandung, dikelola oleh Yayasan yang bergerak dalam bidang Open Innovation yang kegiatannya pada saat ini fokus dalam hal Penyediaan Produk & Jasa berbasis teknologi Open Source Software (OSS). Inisiatif IGOS Center Bandung bermula dari program Kantor Menteri Negara Riset & Teknologi, yang dimotori oleh kerjasama : Institut Teknologi Bandung [Eko Mursito Budi dkk], ZamrudTechnology [Hemat Dwi Nuryanto dkk], Penajati [Sofwandi Noor dkk], dan Klub Linux Bandung [Wisnu Manupraba dkk]. Sementara itu Showroom IGOS Center Bandung terwujud karena dukungan Be-Mall & Majalah BISKOM [Soegiharto Santoso-Pak Hoky dkk].

Semua pihak diatas bertekad menjadikan IGOS Center Bandung sekaligus sebagai inkubator bisnis yang meliputi business center, representative office, showroom, dan tempat koordinasi dan kegiatan komunitas. Juga layanan support seputar teknologi OSS bagi masyarakat luas, perusahaan swasta dan lembaga pemerintah. Tekad diatas juga sejalan dengan hasil survei yang dilakukan oleh BCG (Boston Consulting Group) yang menunjukkan bahwa motivasi utama mayoritas pengembang OSS adalah karena alasan tantangan intelektual. Source code yang terbuka menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan menciptakan nilai tambah terus menerus. Dari aspek psiko-demografis hasil survei BCG juga telah memperlihatkan bahwa usia pengembang OSS berada di produktivitas prima, yakni di kisaran usia 22-37 tahun. Aspek tersebut akan mendorong generasi muda khususnya di Bandung memiliki keunggulan inovasi OSS sebagai solusi bangsa. Upaya Ristek tersebut akan diperkuat dengan Inisiatif Depkominfo dengan pendirian Inkubator Inovasi Telematika Bandung (I2TB) di tempat yang sama [Be-Mall, Bandung] dan akan secara resmi di buka pada Akhir Tahun 2007 / Awal Tahun 2008.

Satu-satunya dewa penyelamat untuk menerobos berbagai persoalan pelik di daerah dengan kondisi suber daya yang serba terbatas adalah melalui langkah inovasi disegala lini. Pentingnya meningkatkan kapasitas inovasi daerah untuk menerobos stagnasi dan memotong durasi. Peningkatan kapasitas itu dengan memperbaiki Ekosistem OSS yang sesuai dengan kaidah best practice Open Innovation (OI). Sehingga berbagai pihak yang kesulitan berbisnis dengan OSS bisa diatasi. Begitu juga tentang bentuk model bisnis OSS hingga seluk beluk source code bisa diselesaikan secara win-win solutions. Pada Prinsipnya gelombang OI, seperti yang digambarkan dalam buku best seller karya Henry Chesbrough, yang berjudul Open Business Models, How to Thrive in the New Innovation Landscape. Model tersebut pada prinsipnya terdiri atas 5 jenis, yakni pertama; Model Distributing Open and Free OSS or Low Cost Hardware dengan contoh Distro Linux [IGOS Nusantara, Ubuntu, Unbreakable Linux, dll], DBMS [MySQL, PostGreSQL, dll], Standard eGovernment Portal, eBusiness Portal dll. Kedua, Model Selling : service, customization, installation, support , dll. Ketiga, Model Versioning atau menyediakan service untuk Entry Version yang sifatnya OSS dan Advanced Version yang non OSS, Keempat, Model Integrating [Service mengintegrasikan OSS dengan Legacy System], dan Kelima Model Complementing [menyediakan pelengkap bagi produk OSS yang mungkin saja sifatnya non OSS].

Perlu dicatat bahwa komunitas IGOS Center Bandung telah menghasilkan berbagai produk aplikasi yang mampu menjadi solusi persoalan bangsa terkini. Salah satu produk yang akan diperagakan dalam acara pembukaan IGOS Center Bandung adalah aplikasi e-Demokrasi yang mampu menyelesaikan persoalan proses dan tahapan Pemilu dan Pilkada secara murah, efektif, dan aman. Apliaksi e-Demokrasi juga disertai dengan produk the Next Generation Counting & Voting system yang merupakan perangkat e-voting generasi terakhir. Produk tersebut berpeluang diujicobakan pada TPS khusus atau TPS luar negeri pada pemilu 2009 atau pilkada 2008. Produk itu mencakup PC voting, i-voting, dan m-voting. Riset dan pengembangannya aplikasi tersebut didukung penuh oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi dan Zamrud Technology. Sudah saatnya KPU, Pemerintah dan DPR bersungguh-sungguh melakukan efisiensi biaya Pemilu 2009 dengan menggunakan trobosan teknologi informasi yang berbasis OSS.

Untuk menggelorakan dan mensosialisasikan eksistensi IGOS Center Bandung kami mengundang rekan-rekan wartawan media cetak dan elektronik untuk menghadiri acara Pembukaan IGOS Center Bandung, pada hari Rabu 14 Nopember 2007 jam 11.00 akan dilakukan oleh Menristek Kusmayanto Kadiman, via Teleconference sedangkan pembukaan BandungComtech akan dilakukan oleh Menkominfo Muhammad Nuh, juga via Teleconference. Akhirnya kami ucapkan terima kasih atas kerjasamany

0 komentar: